Tren Arsitektur Tahun 2026 di Indonesia
Tahun 2026 terlihat masih memiliki dinamika yang relatif mirip dengan tahun 2025 dalam dunia arsitektur Indonesia. Faktor seperti percepatan urbanisasi, agenda smart city nasional, hingga tuntutan keberlanjutan dan digitalisasi menjadi pendorongnya. Kini, arsitektur tak hanya soal estetika, tetapi juga soal fungsi, teknologi, dan lingkungan.
Bagi profesional seperti arsitek, kontraktor, dan pemasok material (termasuk batu alam seperti marmer & granit) memahami tren ini bisa menjadi keunggulan kompetitif. Sedangkan bagi end-user baik untuk hunian atau komersial, memahami tren ini bisa membuat proyek Anda up-to-date dengan tren terkini. Artikel ini akan mengulas tren-utama yang diperkirakan akan mendominasi lanskap arsitektur Indonesia di 2026, dengan implikasi langsung terhadap desain, material, dan berbagai aspek proyek.

Ringkasan Cepat
- Fokus pada arsitektur berkelanjutan & hijau, termasuk penggunaan material ramah lingkungan dan efisiensi energi
- Digitalisasi dan teknologi pintar semakin terintegrasi ke dalam desain bangunan: BIM, IoT, automasi, dan modulasi konstruksi
- Biophilic & lokalitas budaya menjadi elemen penting: desain yang menghubungkan manusia dengan alam dan identitas lokal
- Ruang fleksibel dan multifungsi menjadi semakin populer — adaptasi dari perubahan gaya hidup pasca-pandemi.
- Pemasok material, perlu memperhatikan aspek keberlanjutan, sertifikasi, dan kompatibilitas dengan konsep desain terbaru
1. Arsitektur Berkelanjutan & Material Ramah Lingkungan
Sekitar 10 tahun yang lalu, konsep bangunan dengan keberlanjutan masih belum terlalu populer terutama dalam hunian pribadi. Namun, pada tahun 2025, nilai keberlanjutan / sustainability terutama pada bangunan komersil, menjadi salah satu faktor yang dikejar oleh end-user terutama dalam sektor pemerintah atau korporat. Event seperti Megabuild Indonesia 2025 menyoroti konsep biophilic architecture dan penggunaan material ramah lingkungan. Republika Online
Di Indonesia, sertifikasi bangunan hijau dan efisiensi energi terus naik—menunjukkan bahwa proyek-proyek pada tahun 2026 kemungkinan akan lebih memperhatikan aspek ramah lingkungan. constructionindo.com+1
Implikasi untuk arsitek & pemasok bahan:
- Pilih material dengan jejak karbon rendah dan produksi lokal.
- Marmer dan granit harus mempertimbangkan aspek daya tahan, dan pemakaian energi saat pengangkutan & pemasangan.
- Desain fasad dan ventilasi alami menjadi kriteria penting.
2. Penerapan Teknologi & Digitalisasi
Industri konstruksi Indonesia umumnya masih menggunakan teknik dan teknologi konvensional, terutama dalam pembangunan hunian pribadi. Namun, seiring dengan perkembangan zaman. Industri konstruksi akan terus bergerak menuju penerapan teknologi canggih seperti Building Information Modeling (BIM), konstruksi prefab/modular, IoT untuk smart buildings untuk menyesuaikan dengan standar klien serta industri. acesa.petra.ac.id+1
Implikasi:
- Arsitek (terutama dengan fokus klien korporat / pemerintah) wajib mahir digital (BIM, visualisasi VR/AR)
- Material seperti granit/marmer harus kompatibel dengan sistem konstruksi cepat & modulasi
- Pemasok harus siap memberikan data teknis (sertifikasi, performa material) agar integrasi mudah
3. Biophilic Design & Lokalitas Budaya
Desain yang menghubungkan manusia dengan alam (biophilic) plus pengayaan identitas lokal menjadi semakin populer di Indonesia. WHYNOTSTUDIO
Nuansa tropis, vegetasi dalam ruang, ventilasi silang, dan material alami akan jadi elemen utama.
Implikasi:
- Batu alam seperti granit/marmer menjadi favorit dalam penekanan tekstur, kealamian, dan “touch of luxury”
- Dalam desain, elemen tradisional (motif batik, anyaman, kayu lokal) dipadukan dengan estetika modern
- Pemasok bahan harus menunjukkan bagaimana material bisa masuk ke gaya biophilic & lokal
4. Ruang Fleksibel & Multifungsi
Gaya hidup hybrid (kerja dari rumah + kerja kantor) membuat desain ruang harus fleksibel dan multifungsi. Crown Workspace USA
Implikasi:
- Ruang perumahan dan komersial akan menggunakan desain yang bisa berubah fungsi (misalnya ruang tamu → kantor).
- Material harus mudah dirawat, tahan waktu, dan cocok untuk perubahan layout.
- Marmer/granit di area multifungsi harus mempertimbangkan faktor pemakaian berat, pemeliharaan rendah, dan estetika tetap tahan lama.
5. Tren Warna, Tekstur & Material Finishing
Tren global menunjukkan penggunaan warna hangat, tekstur alami, serta finishing matte atau satin yang makin disukai. Homes and Gardens+1
Di Indonesia, untuk 2026:
- Warna earthy, netral hangat, material alami tampak menjadi favorit.
- Tekstur batu alam (urat marmer, kristal granit) akan dipadu dengan material kayu dan logam gelap untuk kontras.
- Finishing material harus memperhatikan anti-selip, tahan gores, dan mudah perawatan—penting untuk pemasok batu alam.
Arsitektur di Indonesia untuk 2026 akan berfokus pada tiga kata kunci: keberlanjutan, teknologi, dan budaya. Arsitek dan developer yang bisa menggabungkan konsep green building, teknologi digital, dan kearifan lokal akan memiliki kelebihan di pasar. Untuk pemasok material seperti kami, ini berarti menyesuaikan produk—menonjolkan kualitas ramah lingkungan, kemudahan integrasi teknologi, dan estetika alami.
Immortal menyediakan jasa pembuatan furnitur marmer dan granit. Anda juga bisa pilih marmer dan granit pilihan Anda di galeri marmer dan galeri granit kami yang bisa Anda beli di toko marmer dan toko granit Immortal dengan pilihan material yang luas baik dari sumber lokal maupun impor. Tidak hanya itu, Immortal juga menyediakan jasa potong & finishing sampai dengan jasa pemasangan material tersebut. Klik tombol dibawah ini untuk konsultasi proyek Anda dengan tim Immortal sekarang!
